Lihin Belawa

Hanya Celoteh Guru | Belawa to The World

Pasang Iklan

Ini Bohong yang Dibolehkan Berdasarkan Hadis Nabi saw

Ini Bohong yang Dibolehkan Berdasarkan Hadis Nabi saw
Ini Bohong yang Dibolehkan Berdasarkan Hadis Nabi sawReviewed by Harlinah Raufon.This Is Article AboutIni Bohong yang Dibolehkan Berdasarkan Hadis Nabi sawBohong adalah kata atau kalimat yang tidak sesuai dengan semestinya, atau tidak sesuai dengan faktanya. Beda fakta beda yang diungkapkan. Ungkapan yang tidak semestinya itu, bisa berupa melebih-lebihkan, mengurangi, menambah-nambah dari fakta yang sebenarnya terjadi. Dalam agama apapun, hukum dari bohong adalah dilarang. Dalam islam, bohong dilarang dan masuk kategori perbuatan mungkar. Pelaku yang melakukan […]

Bohong adalah kata atau kalimat yang tidak sesuai dengan semestinya, atau tidak sesuai dengan faktanya. Beda fakta beda yang diungkapkan. Ungkapan yang tidak semestinya itu, bisa berupa melebih-lebihkan, mengurangi, menambah-nambah dari fakta yang sebenarnya terjadi. Dalam agama apapun, hukum dari bohong adalah dilarang.

Dalam islam, bohong dilarang dan masuk kategori perbuatan mungkar. Pelaku yang melakukan kebohongan akan berdosa. “Katakan dengan perkataan yang benar”. Arti dalam salah satu firman Allah swt. “Katakan yang benar walaupun pahit.” Demikian salah satu arti hadis Nabi saw.

Namun apa jadinya, jika suatu kondisi menuntut kita berbohong? Adakah hal seperti itu? Sebelum menjawab hal itu, dalam hukum Islam, semua hal yang dilarang bisa menjadi boleh kecuali hubungan lawan jenis tanpa ada ikatan yang halal. Hal itu tidak pernah dihalalkan. Untuk dosa lain seperti berbohong, terkadang dibolehkan dalam kondisi darurat. Darurat yang dimaksud sudah digariskan dalam hadis Nabi saw. Berikut bohong yang dibolehkan berdasarkan hadis Nabi saw;

Pertama, “Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah dikatakan pendusta orang yang mendamaikan manusia (yang berseteru), melainkan apa yang dikatakan adalah kebaikan”. (Muttafaq ‘Alaih). Hadis ini menggambarkan bahwa seseorang boleh berbohong dalam rangka mendamaikan dua mukmin yang lagi berselisih.

Misalnya, A dan B berselisih, keduanya curhat kepada Anda tahu kejadian yang sebenarnya, dan tahu siapa yang salah. Tapi dalam rangka mendamaikan, Anda bisa mengatakan bahwa yang kalian (A dan B) ungkapkan itu tidak benar (padahal salah satunya ada yang benar). Anda berbohong dan tidak mengungkapkan yang sebenarnya kepada keduanya. Itu boleh.

(Baca juga: trik ampuh agar pria mengakui kebohongannya)

Kedua, suatu hari Nabi saw ikut pada tunggangan Abu Bakar ra. Saat Abu Bakar ra ditanya oleh musuh yang mencari Nabi saw, siapa orang yang ikut itu? Dia menjawab, “Ini adalah seorang penunjuk jalanku”. Maka orang yang bertanya tersebut mengira bahwa jalan yang dimaksud adalah makna sebenarnya, padahal yang dimaksud oleh Abu Bakar adalah jalan kebaikan”. tujuannya agar Rasulullah saw selamat dari ancaman musuh-musuhnya.” (HR. al-Bukhari).

Hadis tadi menunjukan bahwa boleh seseorang berbohong dalam kondisi perang, dan keadaan tidak normal. Boleh berbohong, jika akibat yang terjadi jika dia jujur adalah pertumpahan darah. Bisa juga yang dimaksud hadis tersebut adalah bolehnya berbohong untuk menyelamatkan nyawa seseorang.

Misalnya, A hendak dibunuh oleh B. Sedangkan A bersembunyi di rumah Anda. B lalu datang dan bertanya mengenai keberadaan A. Maka Anda boleh menjawab dengan berbohong, karena jika Anda jujur bisa jadi nyawa A melayang.

(baca juga: tidak konsisten dalam ucapan adalah kebohongan)

bohong yang dibolehkanKetiga, Ummu Kultsum ra berkata, “Aku tidak pernah mendengar Rasulullah saw memberikan keringanan pada ucapan manusia yang berdusta, kecuali dalam tiga perkara, yakni dalam keadaan perang, mendamaikan perseteruan/perselisihan di antara manusia, dan ucapan suami kepada istrinya atau isteri terhadap suaminya”.

Dalam contoh, suatu hari isteri Anda bertanya, “Aku cantik tidak?” Maka jawaban pastinya adalah cantik, meski sebenarnya cantik itu bukanlah jawaban yang tepat. Contoh lain, suatu hari suami membelikan hadiah baju untuk istri tercintanya. Karena suami tidak tahu mode pakaian yang bagus buat isterinya, maka baju yang dibeli pada dasarnya tidak cocok dan kurang bagus buat isterinya. Dalam kondisi ini, isteri boleh berbohong dan berkata, baju yang dibeli sangat bagus.

(baca: cara bertengkar dalam rumahtangga)

Pembaca yang budiman, demikian sedikit pembahasan mengenai bohong yang dibolehkan berdasarkan hadis Nabi saw. Jadi, bohong tidak boleh sembarangan, sesuka hati. Tidak boleh seseorang berbohong karena dasar darurat yang dibuat buat. Semua sudah ditentukan dalam hadis Nabi saw.

Tags: , , ,

Subscribe

Berlangganan gratis bersama 1000+ lainnya. Masukan e-mail, masukan kode, "submit." cek e-mail, klik link konfirmasi. Mari berbagi :)

No Responses

Leave a Reply

four × three =