Lihin Belawa

Hanya Celoteh Guru | Belawa to The World

Pasang Iklan

Halloo Pak, Tak Ada Melebihi Sikap Toleran Muslim di Indonesia

Halloo Pak, Tak Ada Melebihi Sikap Toleran Muslim di Indonesia

Banyak yang mengkritik bahkan sampai nyinyir mengatakan kalau umat Islam di Indonesia tidak toleran. Bahkan, hal ini dijadikan isu besar sehingga para investor asing non muslim merasa terganggu untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Pemerintah pun melakukan berbagai cara untuk meyakinkan kalau tak ada masalah antar umat beragama di Indonesia.

Saya pun meyakini hal itu. Saya yakin, di dunia ini tak ada umat, tak ada negara yang bisa melebihi sikap toleran umat Islam di Indonesia terhadap agama lain. Tak ada !

Pertama, gebrakan toleransi warga negara beragama mayoritas dimulai dengan sikap legowo para pendahulu bangsa, sikap toleran para pahlawan muslim yang rela melepas 7 kata dalam draft UUD 45, yaitu “Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluknya”.

Kedua, dengan penduduk 80% muslim, umat islam tidak pernah mempermasalahkan libur resmi mingguan jatuh pada hari Ahad hari di mana umat Kristiani beribadah di gereja. Hari libur resmi bukan pada hari Jumat di mana umat muslim melaksanakan shalat Jumat.

Ketiga, muslim di Indonesia tak mempermasalahkan lonceng gereja berbunyi. Tak mempersoalkan pendeta, rahib, biksu, ulama berbicara tentang agamanya dengan bebas di media. Baik televisi, radio, atau media sosial. Silahkan cek di negara lain yang muslimnya minoritas !. Menara masjid saja dilarang, apalagi adzan sangat tidak boleh dikumandangkan lewat pengeras suara.

Keempat, Banyak yang ribut mengenai pendirian rumah ibadah. Mari kita melihat data. Tahun 90 an sampai tahun 2000 an, data data Pusat Kerukunan Beragama Kemenag RI menunjukan kalau pertumbuhan pendirian Gereja Katolik naik hingga 154%, Gereja Protestan 131%, Wihara 368%, Pura Hindu 475%, sementara pertumbuhan pendidiran Masjid yang merupakan rumah ibadah mayoritas hanya 64%. Bagaimana muslim minoritas di negara lain? Jangankan pertumbuhan, membangun satu masjid saja susahnya minta ampun.

Kelima, masih ingat saat Obama menjadi Presiden Amerika, negara yang katanya bapak demokrasi? Tekanan kuat dan sangat kuat karena Presiden untuk pertama kali berasal dari kulit hitam dan diisukan pro muslim apalagi Obama pernah tinggal di Indonesia. Jauh berbeda dengan di Indonesia dengan mayoritas muslim coy,… di Indonesia, semua bisa menjadi pejabat apapun agamanya. Dalam proses kepemimpinan semua aman damai.

Keenam, sampai seribu satu macam… masih banyak…

Tak elok sikap toleran itu lalu merambah, diputar, diobrak abrik, fakta diputarbalikan sedemikain rupa. Sangat tidak manusiawi jika sikap toleran itu lalu dibalas dengan pelarangan muslimah berjilbab di berbagai tempat, kantor, sekolah, arena olahraga, dll. Sangat tidak masuk akal yang mayoritas beribadah lalu harus menghargai yang tidak beribadah. Tiba giliran yang minoritas beribadah, mayoritas harus menghargai. Bukankah lebih baik sama sama menghargai?

Demi bangsa, saya pun tak rela jika 70% kekayaan kini berada di tangan Non Pribumi. Saya tak rela jika 1 dari 24 anak Indonesia kekurangan gizi, Sebanyak 12,1% balita tergolong kurus, sebanyak 37,1% ibu hamil mengalami anemea, dan sebanyak 10,2% bayi lahir dengan berat badan rendah, masih banyak penduduk yang menghuni rumah tidak layak, juga masih banyak penduduk kita yang masih makan nasi kucing yang benar-benar tidak layak dikosumsi, dan kebetulan mereka dari mayoritas. Mereka MUSLIM.

Jadi kalau ada perlawanan dari ormas, kelompok, lembaga atau apalah namanya yang kebetulan ada islamnya, yakinlah itu bukan atas nama agama. Tapi karena kezaliman nyata yang dampaknya bukan hanya kepada umat Islam saja, tapi seluruh rakyat Indonesia. Perlawanan akan kezaliman harus bersama sama, jangan dianggap intoleran, diskriminatif dan rasis. Please, Takbir jangan dianggap Teroris !

Tags: , , , ,

Subscribe

Berlangganan gratis bersama 1000+ lainnya. Masukan e-mail, masukan kode, "submit." cek e-mail, klik link konfirmasi. Mari berbagi :)

One Response

  1. bacakuDecember 30, 2016 at 10:26Reply

    sekarang sudah masuk akhir zaman,,, fitnah merajalela. benar dianggap salah,, salahh dianggap benar.. Islam sekarang difitnah sana sini,, sekarng islam tertindasss dimana mana. sebentar lagi iman mahdi akan membenarkan yg benar,, menyalahkan yg salah.. membangkitkan lagi kekuatan islam..tunggu waktunya tiba

Leave a Reply

one × 3 =