Lihin Belawa

Hanya Celoteh Guru | Belawa to The World

Pasang Iklan

Bahaya ! Stop Meniup Terompet Menyambut Tahun Baru Masehi !

Bahaya ! Stop Meniup Terompet Menyambut Tahun Baru Masehi !
Bahaya ! Stop Meniup Terompet Menyambut Tahun Baru Masehi !Reviewed by Mushlihinon.This Is Article AboutBahaya ! Stop Meniup Terompet Menyambut Tahun Baru Masehi !Setiap akhir tahun, masyarakat disibukan dengan kegiatan menyambut tahun baru. Mulai dari arak arakan keliling kota, pesta kembang api, meniup terompet, joget ria, sampai pesta miras. Ini fakta, dan setiap malam ajang pergantian tahun itu, sepertinya hukum dihentikan sementara. Buktinya, cobalah arak arakan tanpa helm, tanpa ijin selain di malam tahun baru, maka kamu akan […]

Setiap akhir tahun, masyarakat disibukan dengan kegiatan menyambut tahun baru. Mulai dari arak arakan keliling kota, pesta kembang api, meniup terompet, joget ria, sampai pesta miras. Ini fakta, dan setiap malam ajang pergantian tahun itu, sepertinya hukum dihentikan sementara. Buktinya, cobalah arak arakan tanpa helm, tanpa ijin selain di malam tahun baru, maka kamu akan berhubungan dengan aparat. Atau cobalah pesta miras di waktu selain menyambut tahun baru, pasti mereka akan digrebek aparat. Atau kesibukan lain seperti yang disebut sebelumnya, kecuali meniup terompet. (baca: SMS ucapan selamat tahun baru)

Ada nilai negatif dan ada nilai positif dari kesibukan masyarakat itu tentunya. Namun alasan tetaplah alasan. Terkadang hanya menjadi pembenaran atas kesalahan yang dilakukan. Tulisan ini hanya ingin menyoroti kesibukan menyambut perayaan tahun baru Masehi yang ternyata memiliki bahaya yang sangat besar, yaitu meniup terompet.

Sebelum meniup terompet, cobalah mengingat dari mana Anda mendapatkan terompet yang Anda tiup itu. Saya membelinya. Beli di mana? Di penjual di pinggir jalan, banyak kok dijual. Apakah kamu mengenal dia. Tahukah Anda kalau terompet itu sudah steril atau belum. Terompet yang Anda beli, saat dibuat sudah diuji sebelumnya oleh pembuatnya. Artinya, terompet itu sudah masuk ke dalam mulut orang lain, sudah tersentuh liur orang lain, atau bahkan sudah menjadi persinggahan virus, bakteri, penyakit orang lain.

Tahun lalu hal ini sudah diingatkan oleh Dosen Fakultas Pengetahuan Budaya (FIB) Kampus Hasanuddin (Unhas), Yusring Sanusi Baso SS MA, seperti dilansir tribunnews.bahaya-terompet

 

“Sebentar lagi banyak diantara saudara-saudara kita, anak-anak kita, serta nyaris semua masyarakat bumi turut merayakan tahun baru dengan beragam jenis langkah. Satu diantaranya terompet. Seperti kita kenali berbarengan bahwa sebatang terompet pasti sudah lewat beragam uji mulut : uji mulut pembuatnya, uji mulut penjualnya, uji mulut beberapa calon konsumen yang sebatas pilih-pilih. Nah, mungkin saja mereka menderita kanker mulut, kanker lidah, kanker darah, hepatitis, penyakit-penyakit menular yang lain atau bahkan juga menderita virus HIV/aids. Bayangkanlah begitu cepatnya penyabaran ‘virus’ yang tidak tampak mata itu, begitu mengerikan dampak periode panjang yang diakibatkan oleh sebatang terompet.”

Kita sepertinya harus menghentikan perdebatan haram tidaknya meniup terompet sampai di sini. Entah terompet adalah budaya Yahudi. Majusi, orang gila atau apa. Argumen siapa yang benar dan masuk akal, yang jelas fakatanya, meniup terompet bisa menjadi ajang perpindahan virus dan penyakit. Hentikan karena itu bahaya!

Saya sendiri tidak merayakan pergantian tahun kecuali tahun baru Islam. Tahun baru Islam dinodai oleh kesibukan seperti tahun baru Masehi. Tak ada terompet, dan tentu tak ada potensi perpindahan penyakit. (Baca; Alasan saya tidak merayakan tahun baru)

Tags: , , , ,

Subscribe

Berlangganan gratis bersama 1000+ lainnya. Masukan e-mail, masukan kode, "submit." cek e-mail, klik link konfirmasi. Mari berbagi :)

No Responses

Leave a Reply

nineteen − eighteen =