Lihin Belawa

Hanya Celoteh Guru | Belawa to The World

Pasang Iklan

Penguasa Zalim Itu ya Seperti Ini !

Penguasa Zalim Itu ya Seperti Ini !

Sesungguhnya dalam kisah alquran itu terdapat pelajaran besar bagi orang-orang beriman. Pelajaran apa? Pelajaran tentang berbagai macam sisi kehidupan. Untuk kesempatan kali ini, arti dari akhir surah Yusuf ini pas banget jika kita ingin melihat bagaimana mengetahui cara-cara mengetahui penguasa yang zalim atau tidak.

Dalam sejarah penguasa, siapa yang lebih zalim dari Firaun. Raja diraja yang kezalimannya di ambang puncak. Betapa tidak, dia mengakui dirinya sebagai tuhan!. “Tuhan” yang takut kekuasaanya akan hilang dengan membunuh semua anak laki laki yang lahir saat itu.

Salah satu cara si zalim Firaun mempertahankan kekuasaanya adalah bila aksi kezalimannya mendapatkan penentangan dari rakyat, ia akan melontarkan tuduhan kepada yang menentang bahwa mereka ingin memecah belah persatuan, atau pembuat makar untuk kehancuran bangsa.

Tuduhan itu dilakukan dengan tujuan mengambil simpati pendukung yang lemah akal. Para pendukungnya yang rela hidup terhina demi secuil kenikmatan. Para pendukung bermental budak yang terlena dengan iming-iming semu. Pendukung yang pikirannya hanya untuk bagaimana perut kenyang dan hidup bisa nyaman. Pendukung yang mengabaikan keyakinan dan harga dirinya terinjak-injak, apalagi peduli kepada orang lain.

Mari kita simak dalam surah asy-Syuraa ayat 34 dan 35 bagaimana cara si zalim Firaun menuduh Nabi Musa as saat ditantang;

“Firaun berkata kepada pembesar-pembesar yang berada sekelilingnya: Sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai, ia hendak mengusir kalian dari negeri kalian sendiri dengan sihirnya; maka karena itu apakah yang kalian anjurkan?”.

Kemudian dalam surah Ghafir ayat 26 Firaun menuduh Nabi Musa as sebagai orang yang berbuat kebinasaan dipermukaan bumi. Padahal dialah yang berbuat seperti itu. Kalau istilah sekarang “maling teriak maling”, atau “maling teriak ada maling”.

“Dan berkata Firaun (kepada pembesar-pembesarnya): ‘Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi”’.

Penguasa zalim akan berusaha memutarbalikan fakta, yang benar akan dijadikan salah dan yang salah akan dibenarkan. Dalam kisah Firaun sebagai penguasa yang zalim, berusaha melemparkan tuduhan kepada Nabi Musa as sebagai perusak. Bagi yang berakal sehat akan berkata, tak mungkin Musa as akan berbuat kerusakan. Tapi pikiran itu tidak bagi pendukung kekuasaan yang zalim tadi.

Zaman sudah berganti, manusianya pun sudah berbeda, tapi inti cerita masih sama. Sepanjang zaman ada saja yang mengikuti gaya dan langkah Firaun. Sementara mereka lupa apa akibat yang diterima akibat kezaliman Firaun.

Tags: , ,

Subscribe

Berlangganan gratis bersama 1000+ lainnya. Masukan e-mail, masukan kode, "submit." cek e-mail, klik link konfirmasi. Mari berbagi :)

No Responses

Leave a Reply