Tips Mengatasi Rasa Malas Mengerjakan Shalat

3665 views

Siang tadi seorang mahasiswi yang kebetulan pernah belajar di sekolah tempatku mengajar mengajak chating via instagram. "Pak ingin curhat lagi," katanya. "Boleh, biar simple, via inbox massanger aja yah?" jawabku. "Pak akhir akhir ini aku malas mengerjakan shalat". Demikian kesimpulan keluhannya yang disampaikan di facebook massanger.

Jawaban dari chating itu akhirnya saya ramu menjadi sebuah tulisan sederhana, karena bisa jadi, apa yang dialami oleh mahasiswi tadi juga dialami banyak orang. Satu hal yang patut disyukuri ketika menyadari bahwa rasa malas mengerjakan shalat itu sudah tidak menyenangkan, itu adalah hal yang positif. Banyak orang malas mengerjakan shalat tapi justeru tidak sadar akan hal itu. Mereka menikmati rasa malas itu berlarut-larut sampai akhirnya menjadi penyakit akut.

Semua orang mungkin akan mengalami hal berbeda sehingga rasa malas mengerjakan shalat bercokol dalam dirinya. Dengan demikian tips mengatasi rasa malas mengerjakan shalat sejatinya membongkar akar rasa malas itu muncul apalagi karena terkait ibadah. Berikut tps mengatasi rasa malas mengerjakan shalat:

Pertama, kurangi pikiran tentang hal duniawi.

Ada banyak hal yang kita perbuat dalam keseharian. Sayangnya hampir semua untuk urusan badani, dan duniawi kita. Urusan itu membuat pikiran kita diporsir jauh dan lebih banyak dibanding urusan akhirat secara langsung. Tak tanggung, bukan hanya rasa malas yang muncul, tapi juga pikiran kita akan kehidupan akhirat dilupakan.

Sejak bangun memikirkan kuliah, pekerjaan, makanan, make up, gadget, dan urusan lain. Kita lupa kalau semua itu akan fana dan akan binasa. Kehidupan kekal hanyalah di akhirat. Jika diibaratkan dunia adalah tangan, coba letakkan tangan terlalu dekat dengan mata, jangankan hal lain, tangan itu sendiri juga bakal tak akan kelihatan.

(baca: mengenal Tuhan dengan belajar dari mimpi)

Kedua, antisipasi hawa nafsu baik nafsu makan, nafsu marah, dan nafsu lainnya.

"Inna Nafsa la ammaratun bi suu'i", sesungguhnya hawa nafsu mengajak kita kepada keburukan. Keburukan itu bukan hanya rasa malas tapi juga lupa akan kehadiraNya, lupa akan kemahakuasaaNya. Musuh terbesar kita adalah hawa nafsu. Melalui nafsulah setan akan mudah memengaruhi kita ke arah keburukan.

Terkadang banyak orang yang tak sadar bahwa mereka telah jauh dari jalan kebenaran. Jika ditegur justeru melawan dan berargumen selayaknya orang cerdas. Tipe seperti ini adalah tanda kedurhakaan yang sumbernya dari hawa nafsu. Jauhi hal tersebut, karena tidak hanya terkait urusan rasa malas mengerjakan shalat, tapi jauh pada hal fatal lainnya.

(baca; argumen untuk orang yang malas mengerjakan shalat)

Ketiga, Tekad kuat dan mantapkan keyakinan bahwa shalat adalah kewajiban.

Shalat terbagi dalam 3 tingkatan. Pertama shalat itu dipandang sebagai kewajiban. Ini adalah tingkatan terendah seorang hamba dalam melaksanakan shalat. Kedua, shalat sudah dianggap sebagai kebutuhan. Ini jenjang kedua. Pada tahap ini shalat akan bersanding bersama kebutuhan pokok lainnya, jadi akan sulit ditinggalkan. Dan ketiga, shalat adalah kenikmatan. Tak ada yang membuang kenikmatan dengan sia-sia, kenikmatan akan dikejar dengan sekuat tenaga.

Hal ini akan sulit jika poin pertama dan kedua tidak teratasi. Jika perhatian terhadap dunia, dan hawa nafsu masih menguasai, tekad untuk melaksanakan kewajiban juga akan sulit dilaksanakan. Laksanakan kewajiban shalat sebisa mungkin. Meski dilaksanakan dengan cepat, tergesa, kesiangan, dll. Yakinkan shalat itu adalah kewajiban agar kelak shalat itu menjadi kenikmatan.

Keempat, jangan mencoba menunda meski sekali.

Ala bisa karena biasa. Kesadaran bahwa shalat adalah wajib dan harus dilakukan akan bisa luntur dengan menunda shalat lalu meninggalkannya. Kok bisa? Ini persoalan kebiasaan dan iblis berperan di dalamnya. Saat sibuk, "biarlah tunda sejenak" Itu dalam pikiran kita. Pekerjaan sukses. Munculah dalam pikiran kita, "kemaren shalat ditunda gk apa apa kok, tunda lagi ahhh." Begitu seterusnya.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kelima, Lakukan shalat sunnah terutama shalat sunnah rawatib.

Shalat ibarat makanan. Shalat fardhu itu makanan pokok. Ibarat makanan shalat fardhu itu nasi. Tentu tak enak makan jika cuma nasi. Kita butuh sayur, ikan, kerupuk, sambal, dll. Nah, hadirlah makanan bukan pokok atau makanan sunnah. Demikian pula dalam shalat. Kenikmatan ada pada shalat sunnah. Rasa nikmatnya shalat jika yang pokok dibarengi dengan yang sunnah.

Selain itu, shalat sunnah juga akan melatih diri melawan kekuatan besar rasa malas. Rasa malas akan dihilangkan dengan pekerjaan berat pada awalnya. Shalat sunnah akan terasa sulit, selain banyak juga menambah jumlah rakaat, tapi di situlah rahasia membungkam rasa malas itu.

(baca: rahasia berdiri dalam shalat)

Demikian tips menghilangkan rasa malas mengerjakan shalat mengerjakan shalat. Tips ini mungkin berbeda dengan tips dengan topik pembahasan yang sama. Insya Allah jika dilakukan dengan konsisten, rasa malas mengerjakan shalat itu akan hilang. Salam

 

Tags: #Malas #Shalat #Tips #Tuhan

Leave a reply "Tips Mengatasi Rasa Malas Mengerjakan Shalat"

Author: 
author
Identitas yang sedikit sulit dieja. Nama Lengkap: Mushlihin al-Hafizh, Guru, Alamat: Sengkang Kab. Wajo – Sulawesi Selatan. Pernah menempuh pendidikan di Sekolah Dasar, masa PMP dan PSPB. Kontak @Mushlihin_lihin PIN: 2632A877