Ayo Mengikuti Cara Berdagang Rasulullah saw Agar Hasilnya Berkah

2037 views

Masih adakah yang mengikuti cara berdagang Rasulullah saw hari ini? Pertanyaan ini sulit dijawab, karena selain cara berdagang Rasulullah saw sulit dilakukan di negara penganut materialis, cara berdagang Rasulullah saw juga tidak semuanya kasat mata. Ada beberapa hal yang sifatnya tersembunyi, urusan hati dll.

Mengetahui cara berdagang Rasulullah saw adalah hal pertama yang mesti kita lakukan sebelum berdagang. Berdagang tentu ingin mengejar untung. Tapi apalah artinya keuntungan jika toh tidak berberkah. Nah, mengikuti cara berdagang Rasulullah saw akan membawa pada hasil yang berberkah. Mungkin saja sedikit secara kuantitas, tapi jauh dari cukup secara kualitas. Itulah bagian dari berkah.

(baca juga: etika bisnis Rasulullah saw)

Pertama yang penting kita ketahui, bahwa Rasulullah saw menjadikan berdagang sebagai ibadah. Ibadah tentu menuntut keikhlasan. Berdagang yang menjadi ibadah akan diatur oleh syariat yang dituntunkan. Berdagan yang juga menjadi ibadah akan mendapatkan keuntungan duniawi sekaligus pahala sebagai ganjaran apa yang dilakukan.

Kedua, Rasulullah tidak berdagang tanpa memenuhi syarat dan rukun jual beli. Baca syarat dan rukun jual beli di sini. Misalnya, salah satu syarat dan rukun jual beli adalah akad. Dalam akad ada kesepakatan bersama. Cara berdagang Rasulullah saw, tidak sepihak, saat menaikan harga dan hal lain. Beda dengan cara berdagang kekinian yang membungkus hal itu dengan bahasa “syarat dan ketentuan berlaku”.

Ketiga, Rasulullah saat berdagang sangat jujur terutama pada takaran, timbangan, kualitas dan kuantitas barang. Bandingkan dengan kebanyakan pedagan sekarang. Kualitas barang yang tidak sesuai harga disembunyikan dengan bahasa spekulan agar barang cepat laku. Rasulullah, tidak mengutamakan lakunya barang, tapi mengutamakan kejujuran.

Keempat, Rasulullah saw berlemah lembut terhadap pembeli. Salah satu metode yang dicontohkan dan diajarkan Rasulullah dalam berdagang adalah memberikan pelayanan yang lemah lembut terhadap para pembeli. Tutur kata yang baik, pelayanan dengan sikap yang baik.

Ilustrasi cara berdagang Rasululullah saw

Ilustrasi cara berdagang Rasululullah saw

Bandingkan dengan kebanyakan pedagang sekarang, lemah lembut hanya muncul di hadapan calon pembeli yang kelihatannya menguntungkan. Banyak pedagang, akan lembut pada calon pembeli yang berpakaian necis, tapi kasar pada calon pembeli yang berpenampilan tidak wajar.

(baca juga: sahabat Nabi saw yang masih hidup)

Kelima, Rasulullah tidak suka menimbun barang dagangan. Cara picik ini sering dilakukan para pedagang terutama jika terjadi penurunan atau kenaikan harga secara umum. BBM bulan lalu dibeli Rp 5000, menjelang harga BBM naik, mereka menimbun, agar keuntungan berlipat.

Keenam, Rasulullah saw tidak melakukan jual beli yang dilarang. Misalnya menjual barang yang tidak jelas bentuk, dan sifatnya, barang yang sudah dan sementara ditawar orang lain, atau menjual barang yang najis.

Enam cara berdagang Rasulullah saw sulit ditemukan di negara berkembang. Mungkin saja ada, tapi sangat sedikit. Menurut hemat penulis, orientasi pertama haruslah menjadikan berdagang sebagai ibadah. Jika itu sudah sudah ditetapkan dalam hati, maka pelaku akan merasa kawatir ibadahnya tidak diterima.

Jauhkan hati dari niat berdagang untuk orientasi keuntungan. Rezki sudah diatur, kita hanya dituntut berusah secara maksimal. Dengan cara berdagang Rasulullah saw insya Allah hasilnya berberkah.

Tags: #Cara #Nabi #Rasulullah

Leave a reply "Ayo Mengikuti Cara Berdagang Rasulullah saw Agar Hasilnya Berkah"

Author: 
author
Identitas yang sedikit sulit dieja. Nama Lengkap: Mushlihin al-Hafizh, Guru, Alamat: Sengkang Kab. Wajo – Sulawesi Selatan. Pernah menempuh pendidikan di Sekolah Dasar, masa PMP dan PSPB. Kontak @Mushlihin_lihin PIN: 2632A877