Ini Waktu dan Tempat yang Dilarang untuk Melaksanakan Shalat Sunnah

Shalat sunnah ibarat pemain cadangan dalam permainan sepak bola. Saat pemain inti (yang wajib) butuh bantuan, pemain cadangan dimasukan. Shalat sunnah juga diibaratkan mankanan tambahan. Meski makanan pokok tersedia lengkap, tapi tak klop rasanya jika tak ada makanan pelengkap. Demikian perumpaan shalat. Meski semua shalat wajib terlaksana dengan baik, jika tak ada shalat sunnah, akan terasa hambar, tak klop rasanya.

Begitu pentingnya shalat sunnah, para sahabat Nabi saw, ulama salaf dan orang yang imannya sangat kuat, menjadikan shalat sunnah seperti shalat wajib. Mereka merasa shalat sunnah itu sangat penting, shalat sunnah baginya menjadi kenikmatan dan kebutuhan, sehingga harus dilakukan.

(baca: rahasia shalat sunnah dua rakaat setelah shalat subuh)

Namun demikian, di balik pentingnya shalat sunnah, ternyata ada waktu dan tempat yang dilarang untuk melaksanakan shalat sunah. Dari sisi waktu, ada tiga waktu terlarang untuk mengerjakan shalat sunnah, yaitu; 1) Saat matahari terbit; 2) saat matahari sudah tegak atau masuk waktu tengah hari; 3) dan saat matahari mulai tenggelam.

Ketentuan tentang waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat sunnah tadi disebutkan dalam hadis sahih yang diriwayatkan imam Ibnu Majah, Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi, dari Uqbah bin Amir ra, dia berkata, “Ada tiga waktu yang Rasulullah saw melarang kami untuk shalat atau mengubur mayat pada waktu-waktu tersebut, yaitu ketika matahari terbit hingga dia meninggi, ketika bayangan seseorang tampak tegak lurus saat dia berdiri dia bawah sinar matahari hingga condongnya matahari, ketika pancaran sinar matahari semakin berkurang saat hendak terbenam hingga waktu terbenamnya.”

Namun demikian, kebanyakan ulama membolehkan shalat sunnah di waktu terlarang dengan alasan tertentu. Pembolehan itu dikarenakan waktu pelaksanaan shalat sunnah tersebut sudah diatur sebelumnya. Misalnya shalat tahiyyatul masjid, shalat gerhana, shalat minta hujan, dan shalat sunnah dua rakaat setelah berwudhu.

(baca: rahasia berdiri dalam shalat)

Ilustrasi

Ilustrasi

Sedangkan tempat yang dilarang untuk melaksanakan shalat sunnah adalah; 1) kuburan; 2) kamar mandi, dan; 3) kandang unta dalam hal ini kandang binatang. Pelarangan shalat sunnah ditempat tersebut berdasarkan hadis Nabi saw yang diriwayatkan imam Muslim. Dari Abu Sa’id al-Khudry, dia berkata,

“Rasulullah saw bersabda, Seluruh bagian bumi adalah masjid, kecuali kuburan dan kamar mandi’.” Dan hadis, Barra bin Azib, dia berkata, “Rasulullah saw ditanya tentang shalat di kandang unta, maka beliau bersabda, Janganlah kalian shalat di kandang unta, karena sesungguhnnya itu di antara tempat setan-setan.”

Demikian artikel mengenai waktu dan tempat yang dilarang untuk melaksanakan shalat sunah. Semoga menambah khazanah pengetahuan kita, dan menjadi inspirasi untuk melaksanakan amal ibadah yang lebih mantap lagi.

Tags: #Nabi #Shalat

  1. author

    hafidz12 months ago

    Syukran atas ilmunya. Jazakallahu khairan

    Reply

Leave a reply "Ini Waktu dan Tempat yang Dilarang untuk Melaksanakan Shalat Sunnah"

Author: 
author