Batu Giok; Tipe dan Mengetahui Keaslian Batu Giok

14670 views

Berasal dari bahasa Perancis l’ejade, batu Giok tercatat sebagai loin stone, karena dianggap mampu menyembuhkan ginjal. Dalam bahasa Inggris, disebut dengan “Jade”, karena Jade (baca jaid), sering digunakan pada ukiran batu dan perhiasan manusia pada jaman pra-sejarah.

Batu Giok adalah jenis batu yang sangat keras. Kekentalan batunya disamakan dengan quartz yaitu, sekita 6-7 skala Mohs. Berada di bawah intan, jamrud dan bacan (baca: batu bacan). Di China, Giok menjadi bahan ornamen yang melegenda, sehingga legendanya, menggeser kajian ilmiah akan kandungan batu Giok.

Seorang mineralogist asal Perancis menyebut bahwa kelebihan Giok, karena terdiri dari dua jenis mineral yang berbeda, yaitu Neprhite dan Jadeite. Nephrite lebih didominasi warna putih seperti lemak daging, sedangkan Jadeite lebih bervariasi, tapi umumnya berkisar dari putih hingga hijau pucat seperti warna buah apel, bisa juga berwarna hijau kebiruan

Nephrite, terdiri dari mikrokristalin yang kaya akan unsur besi. Merupakan jenis Tremolite yang berwarna hijau. semakin tinggi kandungan besi di dalamnya maka semakin hijau warnanya. Sedangkan Jadeite, adalah piroksen yang kaya akan unsur sodium dan aluminium. Bentuk mineral yang digunakan pada batu perhiasan dan terikat oleh matriks kristal, dengan kekerasan 6.5 hingga 7 skala Mohs. Gabungan kedua unsur ini, menjadikan batu Giok sebagi batu mulia mahal dan indah.

Kadang kala, mata tertipu dengan warna hijau dari sebuah ornamen. Hanya dari marmer biasa, lalu disebut sebagai Giok. Padahal, Giok asli menunjukan 6-7 skala Mohs. Nah tentu sulit menentukan mana batu Giok asli dan yang mana bau Giok imitasi, karena untuk menentukan skala Mohs harus dengan alat tertentu di laboratorium. Olehnya itu, perlu dipahami hal berikut;

Pertama, warna batu Giok dipengaruhi unsur chromium, titanium dan warna besi, karena di dalamnya terdapat unsur Neprhite. Batu Giok akan memunculkan bias dan hampir jernih. Jadi, jika batu Giok yang tembus sinar dari bawah dan atas, maka bias yang dimunculkan solid, dengan kreasi warna asal batu dipadu dengan warna besi.

Kedua, karena batu Giok mengandung unsur Jadeite, yang kaya akan unsur sodium dan aluminium, maka batu Giok akan tahan terhadap panas. Olehnya itu, untuk menguji batu Giok, cara paling sederhana panaskan dengan api. Semakin lama dipanaskan tapi tetap dingin, maka batu Giok itu asli dan makin bagus.

Ketiga, sehubungan dengan poin dua, maka dalam dunia pemasaran giok, tingkat ketahanan panas inilah yang diperhatikan untuk menentukan harga. Munculah istilah Giok tipe A, B dan C. Tipe batu Giok ini, bukan karena kualitas keindahannya, tapi treatment naturalnya meski warna dan teksturnya kurang menarik.

Contoh bias batu Giok asli dengan sinar senter dari depan

Contoh bias batu Giok asli dengan sinar senter dari depan

Batu Giok Type A berarti Jadeite-nya natural, tanpa sentuhan unsur lain. Type B mendapat treatment tertentu, misalnya pengangkatan unsur dalam Giok yang tidak diinginkan dengan bahan kimia tertentu, bleaching, penggunaan zat asam, dll. Type C, berarti Giok yang dicelup, doublet, atau memadukan lapisan bahan lain pada Giok seperti plastik.

Dengan tiga pemahaman akan batu Giok tadi, maka menguji keaslian Giok secara sederhana adalah dengan menguji kekerasan batu, melihat warna dengan cahaya luar, dan memanaskan dengan api. Setelah itu, akan ketahuan Giok itu tipa apa, A, B, atau C. (baca juga: batu mustika merah delima)

Giok asli banyak ditemukan di China, Myanmar, Selandia baru, Guatemala, tempat lain yang mengandung jadeite termasuk Kazakhstan, Russia, British Columbia, Kanada, Alaska, Italy dan Turkestan.

Tags: #Batu Giok #Batu Permata #Certificates

Leave a reply "Batu Giok; Tipe dan Mengetahui Keaslian Batu Giok"

Author: 
author
Identitas yang sedikit sulit dieja. Nama Lengkap: Mushlihin al-Hafizh, Guru, Alamat: Sengkang Kab. Wajo – Sulawesi Selatan. Pernah menempuh pendidikan di Sekolah Dasar, masa PMP dan PSPB. Kontak @Mushlihin_lihin PIN: 2632A877