Lihin Belawa

Hanya Celoteh Guru | Belawa to The World

Pasang Iklan

Keunikan Unta Menurut al-Quran

Keunikan Unta Menurut al-Quran
Keunikan Unta Menurut al-QuranReviewed by Mushlihinon.This Is Article AboutKeunikan Unta Menurut al-QuranTulisan ini terinspirasi dari bully sebagian orang kepada masyarakat yang tampi ke-arab-araban. Berjanggut, baju gamis, celana cingkrang (isbal), jidat sedikit kehitaman, dan pesona lain dari tampilan mereka. Berangkai dengan perilaku nahi mungkar, mencegah perbuatan maksiat dengan kekuatan, kelompok ini lalu di-bully sedemikian rupa. Bukan hanya terkhusus pada perilaku yang dianggap menyimpang, tapi jauh melibatkan Unta […]

Tulisan ini terinspirasi dari bully sebagian orang kepada masyarakat yang tampi ke-arab-araban. Berjanggut, baju gamis, celana cingkrang (isbal), jidat sedikit kehitaman, dan pesona lain dari tampilan mereka. Berangkai dengan perilaku nahi mungkar, mencegah perbuatan maksiat dengan kekuatan, kelompok ini lalu di-bully sedemikian rupa. Bukan hanya terkhusus pada perilaku yang dianggap menyimpang, tapi jauh melibatkan Unta (biasa ditulis Onta), hewan khas Arab. Hewan tunggangan Rasulullah saw dan sahabat kala memperjuangkan kebenaran.

“Alurnya jauh sekali, kenapa sampai ke Unta. Apa salah hewan dengan cara jalan lamban ini?” Demikian dalam pikiranku. Sembari merenung, nalar sadarku menemukan bahwa Unta adalah salah satu hewan yang disebut dalam al-Quran yang mulia. Tak semua hewan mendapat sebutan khusus dalam rangkuman mushaf kalam ilahi. Penyebutan hewan dalam al-Quran bermaksud penjelasan sesuatu yang dilarang, dan menerangkan sesuatu yang menjadi perumpamaan. Saya menyimpulkan ada keunikan Unta berdasarkan ayat al-Quran.

Unta disebut dalam surah al-Ghasyiyah. Dalam rangkaian surah al-Ghasyiyah ayat 17 sampai 20 ini, Allah menyebutkan beberapa ciptaan-Nya, yang itu menjadi bukti betapa Kuasa Sang Penciptanya. “Apakah mereka tidak memerhatikan unta bagaimana dia diciptakan, dan langit, bagaimana ia ditinggikan? dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? dan bumi bagaimana ia dihamparkan?”. Hanya satu hewan yang disebut dari 4 makhluk, Unta, langit, gunung, dan Bumi. Lalu mengapa hanya hewan Unta yang disebut?

Allah menurunkan al-Quran dan memberikan perumpaan dengan menyesuaikan keadaan masyarakat dan kondisi sosial di mana ayat itu diturunkan. Misalnya surah al-Ghasyiah turun di tengah masyarakat arab, yang dikelilingi pegunungan, padang gersang, dan panasnya matahari, kendaraan mereka adalah Unta. Demikian para pakar hermenutika menjelaskan ayat ini. (baca: warga Yazidi terjebak di atas gunung)

Namun tak mesti sampai di situ saja, karena selain masih banyak ihwal terkait kondisi masyarakat, pun bahwa ternyata Unta adalah makhluk unik yang karakternya jauh berbeda dengan tanah gersang, tandus dan panas. Unta adalah hewan penyabar dan tenang. Hidup di tengah alam yang sangat keras, padang pasir yang menantang. Ada banyak keunikan Unta, dan itu disebut dalam al-Quran dengan menggunakan kosakata berbeda. Misalnya Ibil, naqah, jamal, An’am. Arti sama tentu dengan makna berbeda.

Pertama, Allah mengajak (menantang, red) manusia untuk memikirkan Unta bagaimana dia diciptakan. Unta hewan yang sangat kuat, mampu berjalan sejauh 50 mil (sekitar 80 km) sehari, dengan kondisi bertahan tanpa makan dan minum selama 5 hari, dengan membawa beban. Itu artinya Unta mampu menempuh 250 mil (sekitar 400 km) tanpa bekal makan dan minum. Dan jarak itu sama dengan jarak antara Mekah dan Madinah. Tapi perlu juga dicatat, Unta mampu minum hingga 200 liter air. Kira-kira satu drum.

Kedua, Unta unik karena mampu membawa beban banyak. Dalam surah al-Mukminun ayat 22, Allah berfirman “di atas punggung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kamu diangkut.” Perumpamaan yang nyata. Allah mensejajarkan Unta dengan perahu dari sisi rasa ketika manusia menungganginya. Orang yang naik Unta, rasanya seperti naik perahu. Unik, karena Unta berjalan bak robot, tangan dan kakinya maju bersamaan. Tangan kanan maju dengan kaki kanan, tangan kiri maju dengan kaki kiri.

Keunikan Unta dalam al-Quran

Ketiga, Unta adalah hewan yang tunduk dan tidak berbahaya terhadap manusia. Unta termasuk binatang yang sama sekali tidak memiliki bagian tubuh yang menjadi senjata seperti khas binatang lain, tidak bertanduk, tidak bertaring dan tidak bercakar. Meskipun demikian, jika manusia bertarung dengan Unta, sama-sama tidak membawa senjara, jelas kita akan kalah. Karena dia jauh lebih kuat dibandingkan kita.

Apakah mereka tidak melihat bahwa Sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka Yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya? Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; Maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. (QS. Yasin ayat 71 dan 72).

Celoteh ini tentu tidak bisa menghabiskan semua hikmah di balik penyebutan Unta dalam al-Quran. Keunikan Unta menurut al-Quran hanya bisa diulas dari fisik dan karakter Unta yang nyata saja. Ada sesuatu yang luar biasa dalam diri Unta, olehnya apakah layak disejajarkan dengan suatu tindakan manusia yang kita tidak sukai, bahan bully yang melibatkan makhluk unik, Unta. (baca: cinta Bantalia berakhir di bandara)

Salam bahagia

Tags: , ,

Subscribe

Berlangganan gratis bersama 1000+ lainnya. Masukan e-mail, masukan kode, "submit." cek e-mail, klik link konfirmasi. Mari berbagi :)

No Responses

Leave a Reply