Tolak Gencatan, Israel Panggil Pasukan Cadangan

19432 views

Israel panggil pasukan cadangan tambahan sebanyak 16.000 setelah pihaknya mengadakan pertemuan kabinet keamanan yang memutuskan untuk meneruskan operasi militer di Gaza, dan memilih mengabaikan tekanan internasional untuk segera mengadakan gencatan senjata.

Langkah ini akan memungkinkan militer Israel untuk secara substansial memperluas invasi 23 hari terhadap Gaza dan Hamas, yang telah menewaskan lebih dari 1.360 orang Palestina yang kebanyakan warga sipil, dan mengubah seluruh lingkungan Gaza menjadi puing-puing. Lima puluh enam tentara Israel dan tiga warga sipil Israel tewas selama masa perang.

Israel kini telah memanggil total 86,000 pasukan cadangan selama konflik Gaza. Setidaknya 19 serangan udara telah dilakukan dalam semalam, kata para pejabat. Mengabaikan situasi pertempuran sengit di Gaza dan kasus penembakan terhadap sebuah sekolah PBB, perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengadakan rapat dengan rekan-rekan di kabinet keamanan Israel pada hari Rabu untuk membahas krisis di tengah peringatan bahwa tuntutan Hamas agar Israel menarik diri dari pengepungan daerah kantong pantai barat Palestina adalah “tidak berguna,” dan juga membahas upaya gencatan senjata yang mandek di Kairo.

Israel tidak mau mengadakan gencatan senjata, demikian dilansir surat kabar Haaretz, mengutip perkataan seorang pejabat senior anonim setelah pertemuan kabinet lima jam. “Ketika proposal gencatan senjata yang ditawarkan mampu menjawab tuntutan penting Israel, hal itu akan dipertimbangkan. Operasi militer tetap berlanjut dan IDF (Pasukan Pertahanan Israel) akan memperluas serangannya terhadap Hamas dan organisasi militan lainnya. “Gencatan senjata kemanusiaan untuk sementara waktu akan berlanjut, kata pejabat itu.

Gedung Putih, yang telah berselisih dengan Netanyahu dalam upaya untuk mengadakan gencatan senjata (baca: gencatan senjata mandek), bereaksi terhadap penembakan sekolah dengan mengeluarkan kecaman serius atas insiden tersebut, dan menyatakan keprihatinan yang mendalam, bahwa ribuan orang Palestina yang harusnya berlindung di fasilitas PBB malah beresiko.

AS mengutuk serangan itu tetapi menolak untuk menyalahkan siapa-siapa dan beberapa jam kemudian, menegaskan bahwa mereka baru-baru ini telah mengirimkan Israel dengan amunisi baru, setelah persediaan Israel yang ada nampaknya hampir habis.

Pemberian amunisi bisa membuktikan sikap kontroversial Washington, yang telah menyatakan kekhawatirannya tentang kematian warga sipil Palestina namun tetap menjaga dukungan untuk sekutu dekatnya.

“AS berkomitmen atas keamanan Israel, dan sangat penting bagi kepentingan nasional AS untuk membantu Israel mengembangkan dan mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang kuat dan siap siaga,” kata sekretaris pers Pentagon, Laksamana Bayangan John Kirby. “Penjualan alat pertahanan ini konsisten dengan tujuan tersebut.”

Dalam insiden Rabu malam, sumber-sumber Palestina melaporkan bahwa 17 orang tewas dan 200 luka-luka dalam serangan Israel di lingkungan Kota Gaza dari Shujai’iya selama jeda kemanusiaan yang seharusnya berlangsung selama empat jam.

Israel mengatakan serangan roket Gaza juga terus berlangsung. Mereka mengumumkan juga bahwa tiga tentara IDF telah tewas di sebuah gedung yang dipasangi bom di Khan Younis di Gaza selatan, sehingga total korban jiwa untuk militer adalah sebanyak 56 orang.

An Israeli soldier cleans his APC machine gun

Jenderal Sami Turjeman, kepala komando selatan Israel, mengatakan kepada Radio Israel bahwa pasukannya akan menyelesaikan penghancuran terowongan lintas-perbatasan di Gaza dalam beberapa hari. “Kami telah menewaskan sejumlah pejuang terbaik Hamas,” katanya. “Hari demi hari yang berlalu, kami semakin dekat dengan tujuan kami untuk menghancurkan seluruh terowongan.” Namun media dan masyarakat Israel berfokus sempit pada operasi militer, korban dan prestasi.

Di New York, Dewan Keamanan PBB bertemu dalam sesi khusus untuk membahas situasi Gaza atas permintaan Yordania, tapi tidak ada tanda-tanda akan adanya terobosan diplomatik. Haaretz melaporkan bahwa Israel sedang mempertimbangkan menyusun resolusi dewan keamanan yang berisi syarat untuk mengakhiri perang.

Sumber

Tags: #Gaza #Internasional #Zionis