Brian Eno: Israel Mengadakan Pembersihan Etnis

9858 views

Produser dan musisi kondang, Brian Eno telah menulis sebuah surat terbuka yang mengalamatkan krisis yang sedang berlangsung saat ini di Gaza, yang sangat mengkritik dukungan pemerintah AS terhadap Israel dan bertanya: "Mengapa Amerika terus mendukung secara buta 'pelatihan' dimana Israel mengadakan pembersihan etnis secara sepihak?

"Potongan pernyataan ini, yang diterbitkan di situs David Byrne, membuat Eno menyejajarkan diri dengan aktor dan aktris seperti Penélope Cruz dan Javier Bardem, serta figur film Spanyol lainnya, termasuk sutradara Pedro Almodóvar, dalam mengutuk serangan Israel di Gaza.

Permintaan penolakannya yang berjudul 'Gaza dan Loss of Civilization,' dimulai dengan sebuah anekdot tentang seorang anak muda Palestina bernama Muhammad Khalaf al-Nawasra, yang diduga telah dibunuh oleh rudal Israel. Dia kemudian mencerca keengganan Amerika untuk ikut dalam penyelidikan PBB untuk melihat kejahatan perang apa yang mungkin dilakukan oleh Israel.

Eno kemudian melanjutkan dengan memberi Israel sebuah label "teokrasi rasis yang pemarah," dan menyerang ideologi Israel mengenai 'pemukim milisi' yang menargetkan rumah-rumah Palestina. "Sebagian besar dari mereka bukan etnis Israel - mereka adalah Yahudi dari Rusia dan Ukraina yang memiliki 'hak untuk kembali'... dengan gagasan bahwa mereka memiliki hak yang tidak dapat diganggu gugat (yang diberikan Tuhan!) atas tanah tersebut, dan menyamakan 'Arab' dengan 'hamas.'"

Eno akhirnya membandingkan dukungan keuangan Amerika terhadap Israel "bak mengirim uang kepada Klan." Dia mengakhiri suratnya dengan mengatakan bahwa "suka atau tidak, di mata sebagian besar dunia, Amerika mewakili 'Orang Barat' dan meskipun kami semua berbicara secara bangga mengenai moralitas dan demokrasi, namun Barat terus mendukung perang yang 'tidak memiliki pembenaran moral.'"

Dia juga menerima tanggapan dari seorang teman, Peter Schwartz, yang kemudian diterbitkan oleh David Byrne bersamaan dengan surat pertama. Dalam pengantarnya untuk kedua buah potongan surat, Byrne menulis: "Yang jelas adalah bahwa tidak ada (negara Barat) yang memiliki landasan moral yang tinggi."

Brian Eno dalam sebuah studio rekamannya. Sumber: The Guardian

Brian Eno dalam sebuah studio rekamannya. Sumber: The Guardian

David Byrne membalas: "Orang America yang saya tahu dan suka adalah orang yang penyayang, berwawasan luas, kreatif, eklektik, toleran dan murah hati. Anda, dan teman-teman Amerika dekat saya, melambangkan hal tersebut bagi saya. Tapi orang Amerika yang mana yang memberi dukungan sepihak atas perang kolonialis mengerikan ini? Saya tidak bisa memahaminya: Saya tahu Anda bukan satu-satunya orang-orang (baik) seperti Anda sendiri, jadi bagaimana bisa, bahwa semangat Anda tidak mencerminkan Amerika yang saat ini sedang dipikirkan oleh sebagian besar orang di dunia? Seberapa burukkah hal ini terlihat ketika suatu negara yang katanya meninggikan Kebebasan dan Demokrasi lebih daripada negara lainnya di dunia ini, kemudian menempatkan uangnya ditempat yang tidak mau diakui oleh mulutnya, untuk mendukung teokrasi rasis yang pemarah?"

Eno, yang telah menghasilkan banyak rekaman untuk grup band superstar seperti U2 dan Coldplay, serta memiliki serangkaian proyek lapangan pribadi, telah ikut menandatangani sebuah petisi yang diterbitkan di harian Guardian untuk mengutuk tindakan Israel atas Gaza. Adapun rekan-rekan figur publik yang ikut menandatangani petisi ini termasuk diantarnya Desmond Tutu, Alice Walker, Noam Chomsky dan Slavoj Zizek, dan mereka menyerukan agar diadakan "embargo militer yang bersifat komprehensif dan mengikat secara hukum terhadap Israel, mirip seperti apa yang pernah dikenakan pada Afrika Selatan selama masa apartheid."

Sumber

Tags: #Gaza #Internasional #Zionis