Busyet, Rokok Sebungkus Ditolak; Kisah Nyata PLN Memang Bersih

6562 views

Mendukung PLN Bersih, tentu merupakan harapan sekaligus kewajiban masyarakat. Harus didukung oleh semua pihak, termasuk blogger. Pribadi merasa bersalah tulisan ini terlambat saya posting di blog kumpulan celoteh saya, Tuhan berkehendak lain, ada ruang tersedia untuk itu. Terlepas dari lomba blog, dan antusias blogger menjadi yang terbaik, anggap saja kisah nyata saya ini sebagai bukti kalau memang petugas PLN anti suap, gratifikasi apalagi korupsi.

***

Berawal dari rumah sederhanaku yang telah rampung, saatnya mengadakan syukuran untuk itu. Selasa, 1 Oktober 2013 segala persiapan saya maksimalkan, termasuk masalah penerangan. Di sinilah kejadian menarik itu dimulai. Nomor voucher token selalu gagal masuk. Beberapa kali diulang, sampai tetangga baru harus turun tangan, tapi tetap saja tidak bisa.

Keesokan harinya, saya mencoba komplain ke penjual tempat membeli voucher tersebut, dan dikatakan nomor voucher dan nomor ID Kwh tidak ada masalah. Menghargai waktu, saya mention keluhan melalui akun twitter dan facebook untuk masalah ini. Tak cukup lima menit, balasan datang meminta alamat, dan kondisi PLN di tempat saya. Sampai penyampaian bahwa laporan saya telah diteruskan ke unit terdekat.

Pesan FB PLNTanya FB

Saya mulai kesal, ketika hari kamis malam petugas untuk itu tak kunjung datang. Akhirnya, sekitar jam 9 malam saya mengambil inisiatif untuk menyampaikan keluhan saya ke pos pelayanan PLN terdekat.

“Oh, maaf pak dalam laporan bapak, tidak mencantumkan alamat lengkap, sehingga sampai hari ini, petugas kami belum tiba di lokasi. Kami telah dua kali ke daerah perumahan bapak.” Jawab petugas jaga malam itu, setelah saya protes menunggu kedatangan mereka.

Setelah menulis ulang alamat lengkap beserta nomor handphone yang bisa dihubungi, petugas itu menjanjikan akan datang malam ini juga.

“Ditunggu pak, tak lama.” Ujarnya.

Pulang dari pos pelayanan itu, saya singgah untuk membeli cemilan plus beberapa bungkus rokok. Saat membayar, handphone saya berdering. Wah ternyata petugas itu telah berada di lokasi perumahan saya. Bergegas, kupacu motorku, dan benar. Mobil berlogo PLN telah parkir di depan rumah tetanggaku.

“Ada masalah dengan meter prabayar ini pak.” Kata salah seorang petugas pasca pemeriksaan.

“Trus, malam ini sampai besok saya butuh penerangan, ada solusi tidak?.” Tanyaku khawatir.

“Untuk sementara, kami akan sambung langsung, jadi mekanismenya seperti meteran lama. Mungkin besok petugas kami datang, untuk perbaikan atau penggantian meteran.” Jawab salah satu dari petugas PLN itu sambil menepuk bahuku.

Solusi ini membuatku tersenyum senang. Solusi yang ditawarkan menyiratkan bahwa ada layanan energi gratis setidaknya untuk malam ini. Tak cukup 10 menti, untuk pertama kalinya, rumahku terang oleh PLN. “Apa yang bisa saya lakukan untuk membalas solusi kebaikan itu.” Pikirku.

PLN Bersih

Saat mereka pamit, saya menyodorkan sebungkus rokok kepada mereka. Dan busyet, saya betul-betul tak percaya dan malu, ternyata mereka menolaknya.

“Jangan dibiasakan pak.” Katanya sambil tersenyum.

Sebetulnya saya protes dengan sikapnya. Pemberian saya toh dengan niat terima kasih atas solusi efektif yang diberikan, namun hati kecil saya juga mengakui, kalau korupsi, gratifikasi, awalnya mulai dari hal kecil dan dipengaruhi oleh kebiasaan.

***

Banyak pelajaran dari kisah nyata tadi. Pertama: pencanangan “PLN bersih” melalui empat pilar, bukan hanya slogan belaka. Membukitkannya mudah. Petugas membuktikan bentuk partisipasi nyata dan cepat, integritas tak pandang waktu, transparan, serta akuntabilitas dari petugas ditunjukan sesuai dengan situasi dan kondisi.

Kedua: Komitmen mewujudkan PLN Bersih didukung oleh sistem yang akuntabel. Layanan akun twitter PLN_123 dan fanspage facebook, membuktikan kalau keluhan benar-benar sampai kepada unit terkait di mana masalah pelanggan terjadi. Layanan petugas yang tidak datang sendiri, pun menunjukan kalau whistler blower system memang berjalan.

Ketiga: Itikad baik PLN di bawah kepemimpinan Nur Parmudji, harus didukung sepenuhnya oleh masyarakat. Dukungan ini bisa dimulai dari hal kecil, seperti tidak member peluang sekecil apapun kepada petugas PLN dalam melaksanakan tugasnya di lapangan. Hal kecil namun salah akan menjadi kebiasaan, dan kebiasaan yang berulang akan menjadi benar.

Peran Blogger

Jika PLN Bersih sudah terbukti di dunia nyata, saatnya kampanye ini semarak di dunia maya. Di sinilah peran blogger menjadi penting. Bahwa pengaruh image postingan di blog, sedikit banyaknya memberikan siprit tambahan bagi PLN secara kelembagaan dan bagi petugas PLN secara individu.

Antusiasme para blogger pada acara Kumpul Bareng PLN (persero) dengan para blogger tanggal 4 Oktober lalu, adalah sebuah bukti kalau program PLN Bersih didukung oleh banyak pihak. Bentuk dukungan mereka disesuaikan dengan kapasitas yang dimiliki. Akhirnya, dengan kerjasama yang baik tentu menelorkan hasil yang baik pula, demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Happy Milad PLN ke-68 !

Tags: #Belajar Dari Kisah #Blog #Certificates

  1. author

    Asadiyah3 years ago

    Masalah bersih tidak bersih memang tidak terpaut individu saja. Sistem memang harus dibentuk dengan baik. Kalau sistemnya gk baik, terkadang person terbentuk meski awalnya tak ada niat… 🙂

    PLN mestinya sejak lama, mencanangkan ini (y)

    Reply
    • author
      Author

      Mushlihin3 years ago

      Sebenarnya lumayan lama, cuma baru dua tahunan menggaung di dunia maya, sejak blogger terlibat 🙂

      Reply
  2. author

    Iin3 years ago

    DI Jerman itu biasa. Para politikus di sana kalau lagi masa kampanye akan lebih berhati-hati. Bahkan menerima sepotong kecil coklat atau kongkow bersama pengusaha yang mungkin teman dekatnya bisa jadi sorotan. Jadi salut dech kalau PLN menerapkan sikap sperti itu.

    Reply
    • author
      Author

      Mushlihin3 years ago

      Saya terkadang berpikir, kenapa yah mental masyarakat luar negeri lebih baik dengan mental masyarakat kita ?, apa ada yang salah ?, Sistemkah ?.

      Apa yang dicanangkan oleh PLN harus kita dukung sepenuhnya 🙂

      Reply

Leave a reply "Busyet, Rokok Sebungkus Ditolak; Kisah Nyata PLN Memang Bersih"

Author: 
author
Identitas yang sedikit sulit dieja. Nama Lengkap: Mushlihin al-Hafizh, Guru, Alamat: Sengkang Kab. Wajo – Sulawesi Selatan. Pernah menempuh pendidikan di Sekolah Dasar, masa PMP dan PSPB. Kontak @Mushlihin_lihin PIN: 2632A877