Cara Penyampaian dalam Pembelajaran Menurut Ayat al-Quran

5889 views

Salah satu metode dalam pembelajaran adalah metode ceramah. Metode ceramah secara singkat adalah memberi tahu kepada peserta didik dengan menggunakan verbal (kata-kata). Dalam metode ceramah, cara penyampaian dalam berbicara menjadi sangat penting, karena perkataan bisa membawa manfaat, tetapi juga bisa membawa kerusakan. Hal ini akan memberikan pengaruh terhadap pendengar dalam hal ini peserta didik.

Secara spesifik, al-Quran telah memberikan gambaran pengajaran tentang pentingnya penguasaan konsep berbicara dalam pengajaran. Merujuk ke dalam sistem verbalisme dalam metode ceramah, maka didapatkan adanya perhatian terhadap cara penyampaian dalam pembelajaran, menggunakan kata-kata yang benar, didengar, dan menjadi perhatian, sebab kata-kata bagaikan pedang.

Cara menyampaikan sesuatu dengan berkata-kata, telah diajarkan secara gamblang oleh Allah kepada kita, yang bisa menjadi konsep tersendiri dalam menyampaikan sesuatu. Konsep menyampaikan sesuatu berdasarkan ayat al-Quran tersebut, yaitu:

Metode Ceramah

Pertama: Konsep qaulan sadida (perkataan yang benar) (QS. 4:9; 33:70) membawa implikasi bahwa perkataan seorang pendidik haruslah benar, straight to the point, dan terbebas dari “pemerkosaan bahasa”. Guru bukanlah seorang orator yang bisanya hanya menipu rakyat dengan kata-kata yang abstrak, “ngeles,” ataupun kata-kata ambigu yang membius.

Kedua: Konsep qaulan ma’rufa (perkataan yang baik) (QS.al-Nisa/4:5). Yaitu perkataan baik yang mendidik, dan dapat bersifat sebagai cermin dalam tindakan masyarakat. Perkataan yang baik terkait dengan konten yang dibicarakan plus cara penyampaiannnya.

Ketiga: Konsep qaulan layyina (perkataan yang lemah lembut) (QS.Taha/ 20:44). Dilatar belakangi oleh kisah nabi Musa dan Harun yang diperintahkan oleh Allah untuk menghadapi Firaun dengan perkataan yang lemah lembut. Allah memberi nasehat kepada kita untuk tetap lembut, meskipun yang dihadapi adalah seorang jahil dan perusak.

Keempat: Konsep qaulan maisura (perkataan yang pantas) (QS.al-Isra/ 17:28). Seorang guru janganlah menggunakan kata-kata yang tidak pantas dan menyinggung perasaaan, meskipun itu kepada anak didik, demikian pula kepada orang-orang yang lebih tua daripada kita.

Kelima: Konsep qaulan baligha (perkataan yang membekas pada jiwa)(QS.al-Nisaa’ 4:63), adalah ucapan berbobot yang menyentuh jiwa dan ruh para pendengarnya. Dengan menggunakan “bahasa” sesuai dengan kemampuan orang yang dihadapi, fasih dan jelas maknanya.

Keenam: Konsep qaulan karima (perkataan yang mulia) (QS.al-Isra/17:23) yaitu perkataan yang penuh adab, rasa hormat dan kasih sayang. Perkataan tidak bersifat menantang atau bahkan merendahkan pendengar.

Akhirnya, selamat menjadi seorang penyampai yang hebat, didengarkan dengan baik oleh peserta didik. Cara penyampaian dengan kata-kata berdasarkan ayat al-Quran tersebut tentu masih bersifat umum saja. Kita perlu berlatih dan terus berlatih sehingga kita mampu bicara dengan santai dihadapan orang banyak nantinya. Mereka pun puas dari materi yang kita sampaikan.

Tags: #al-Quran #Belajar #Education #Guru #Siswa

Leave a reply "Cara Penyampaian dalam Pembelajaran Menurut Ayat al-Quran"

Author: 
author
Identitas yang sedikit sulit dieja. Nama Lengkap: Mushlihin al-Hafizh, Guru, Alamat: Sengkang Kab. Wajo – Sulawesi Selatan. Pernah menempuh pendidikan di Sekolah Dasar, masa PMP dan PSPB. Kontak @Mushlihin_lihin PIN: 2632A877