Ide Pengelompokan Kelas Berdasarkan Kepribadian Siswa

3734 views

Freud, seorang psikolog, dan seorang filosof mengungkapkan empat kepribadian dasar manusia, yaitu melankolis, plhegmatis, sanguinis, dan koleris. Tiga tipe kepribadian itu salah satunya pasti menjadi kepribadian siwa di kelas. Tipe kepribadian yang satu dengan yang lain, tentu memiliki perbedaan yang khas. Dalam tataran proses pembelajaran, tipe kepribadian siswa tersebut dapat dilihat sedikit lebih detil, sebagai berikut;

Siswa melankolis dalam mengurus sesuatu lebih terperinci dan pemikiran mendalam. Terkadang menganalisis masalah yang terlalu sulit bagi orang lain. Siswa bertipe melankolis, biasanya tidak ingin menonjolkan dirinya. Dia tidak pernah mau menyinggung perasaan siapapun, dan ia tidak ingin orang lain mencelanya. Anak didik tipe melankolis sulit untuk menerima pujian.

Phlegmatis lain lagi. Siswa dengan kepribadian ini, suka memposisikan diri sebagai penengah, terkesan membosankan, namun cenderung suka berkelompok antara sesamanya. Ada kesenangan tertentu dalam mengetahui bahwa mereka tidak mengharapkan apapun antara satu dan lainnya, dan bahwa mereka bisa sama-sama menikmati penerimaan atas status quo dari sesamanya.

Siswa Sanguinis pribadinya antusias, suka mendapatkan perhatian, bersemangat tanpa perlu ada hubungannya dengan kebenaran. Sanguinis yang populer merasa bahwa kalau dia mendengar cerita yang membosankan yang harus diteruskannya, merupakan hal yang logis baginya untuk sedikit membesar-besarkannya, sehingga orang lain akan mendengarkan cerita darinya dalam bentuk yang lebih baik daripada ketika dia menerimanya.

Sedangkan siswa Koleris suka mengambil keputusan yang cepat, tidak gampang rileks, menunggu suatu tindakan, dan terkadang sedikit penakut. Begitu kita mengetahui siswa berkepribadian koleris kita akan tahu bagaimana cara berurusan dengan orang lain dalam situasi sosial tertentu.

Adanya perbedaan mendasar dari kepribadian siswa itu, memunculkan pertanyaan mendasar, mungkinkan pengelompokan kelas bisa didasari oleh kepribadian masing-masing siswa?. Dalam satu kelas, diisi oleh sanguinis secara keseluruhan atau koleris. Tentu akan mempermudah, karena setiap tindakan manusia besar dipengaruhi oleh kepribadian masing-masing. Atau sebaliknya, dalam satu kelas harus diisi oleh empat kepribadian yang ada, dan tidak boleh didominasi oleh siswa dengan satu tipe kepribadian saja.

Pemikiran ini bisa dijadikan sebagai acuan penyusunan kurikulum, dan penempatan guru. Jika selama ini, penentuan kurikulum berdasarkan transformasi umum dan kondisi sosial masyarakat, ada baiknya faktor kepribadian setidaknya dicoba atau diuji. Fakta bahwa penerapan metode, strategi pembelajaran tertentu dalam satu kelas, tidak bisa menitip keberhasilan untuk semua siswa bisa menjadi bahan pertimbangan. Bisa dibayangkan, jika praktik kemudian tidak terlalu diminati oleh mereka yang bertipe koleris, dst, tentu sedikit banyaknya mempengaruhi hasil belajar yang diharapkan.

Pengelompokan Siswa

Sebenarnya ide ini pernah dicetuskan di beberapa kelompok belajar di Amerika, namun memiliki beberapa hambatan. Bahkan beberapa penelitian menunjukan, kalau pengelompokan kepribadian justru akan menghasilkan peserta didik berkepribadian ganda. Untuk paradigm sosial yang lebih luas, kelompok sosial dipastikan akan bertambah karena masing-masing lulusan dari kelas ini akan berinteraksi dengan wajar hanya pada kepribadian yang sama saja. Namun bukan berarti tidak laik. Bahkan sangat layak sebagai bahan bagi siswa pendidikan dasar untuk menemukan kepribadian mereka sendiri.

Tags: #Belajar #Education #Guru #Siswa

Leave a reply "Ide Pengelompokan Kelas Berdasarkan Kepribadian Siswa"

Author: 
author
Identitas yang sedikit sulit dieja. Nama Lengkap: Mushlihin al-Hafizh, Guru, Alamat: Sengkang Kab. Wajo – Sulawesi Selatan. Pernah menempuh pendidikan di Sekolah Dasar, masa PMP dan PSPB. Kontak @Mushlihin_lihin PIN: 2632A877