Gaji Guru Tidak Kotor, Pendapatan Guru Pasti Bersih !

1239 views

Banyak kata dalam bahasa apapun, sulit didefinisikan, bahkan sulit memberikan pengertiannya dengan menggunakan kata pula, meski kata tersebut dipahami maknanya. Sebut saja kata “kotor.” Kotor jika didefinisikan akan menjadi panjang lebar dan bisa jadi sedikit melenceng dari pemahaman umum maknanya. Cara paling singkat mendefinisikan kotor adalah menyebut lawan katanya. Yah, kotor adalah tidak bersih. Sesuatu yang kotor, berarti sesuatu yang tidak bersih.

Kotor sebagai kata sifat, maknanya sangat dipengaruhi oleh kata sebelumnya atau kata yang disifati. Pun jika dikorelasDefault Co. Ltdikan dengan pemaknaan kata yang berbeda dengan makna aslinya. Seperti kata tangan kotor, maknanya bisa luas. Tangan yang tidak bersih secara fisik, terkena kotoran, atau tangan yang sudah tidak steril lagi dari sisi kesehatan. Namun, kata tangan kotor bisa pula bermakna perbuatan yang dilakukan oleh tangan dan melanggar, kaidah, norma, dan aturan yang berlaku.

Ada pula istilah “piktor” singkatan dari pikiran kotor. Umumnya bermakna pikiran yang selalu ke arah negatif dari penilaian terhadap perbuatan seseorang. Seperti, seorang yang memandang perempuan dengan penuh nafsu, atau mendengar kalimat dan memaknainya secara porno, kemudian diklaim, “kamu piktor,” maksudnya pikiran sudah tidak sejalan dan negatif. Terkadang pula piktor diartikan sebagai rencana jahat untuk mencelakakan orang lain.

Banyak sekali istilah dari kata kotor ini. Kata kotor, maksudnya kata-kata yang keluar namun tidak senonoh dan menyinggung perasaan orang lain. Politik kotor, maksudnya cara berpolitik yang menggunakan cara-cara yang tidak benar dan melanggar etika, aturan. Uang kotor, maksudnya uang yang berasal dari hasil perbuatan kotor, melanggar dan tidak sesuai dengan kaidah yang ada. Padahal bisa saja secara fisik uang kotor itu bersih, baru, mengkilat, seperti barusan keluar dari percetakan BI. Politik kotor, padahal politik itu hakikatnya tidak kotor, namun ketika dilakukan dengan cara-cara yang tidak etik, maka kotor dengan mudah menjadi kata pendampingnya.

Hampir semua kata kotor, konotasinya negatif seperti yang telah diungkapkan di atas. Penulis hanya menemukan satu kata kotor yang artinya benar-benar tidak “kotor,” yaitu pendapatan, penghasilan, atau gaji kotor. Pendapatan kotor umumnya justru berarti jumlah pendapatan yang dihitung sebelum mengkalkulasi modal atau pengeluaran. Kebalikan dari pendapatan, penghasilan, dan gaji bersih, yaitu pendapatan yang sudah mengkalkulasi dan memperhitungkan modal dan pengeluaran serangkaian dari pendapatan itu.

Istilah gaji kotor dengan pengertian tersebut adalah usaha yang memerlukan modal, dan membutuhkan pengeluaran lain, seperti membayar gaji pegawai, biaya sarana dan lain-lain. Seperti diketahui, tidak semua pekerjaan berpenghasilan, membutuhkan modal berupa biaya seperti itu, terutama pekerjaan jasa semisal guru. Guru tak butuh modal dalam bentuk anggaran yang berpengaruh pada pendapatannya. Gaji yang diterima guru tidak membutuhkan pengeluaran lain, modal untuk membiayai hal lain.

Maka dengan pengertian pendapatan kotor dan posisi guru, maka mutlak gaji guru tidak kotor dan pendapatan guru pasti bersih.

Selamat menikmati hidangan 🙂

Leave a reply "Gaji Guru Tidak Kotor, Pendapatan Guru Pasti Bersih !"

Author: 
author
Identitas yang sedikit sulit dieja. Nama Lengkap: Mushlihin al-Hafizh, Guru, Alamat: Sengkang Kab. Wajo – Sulawesi Selatan. Pernah menempuh pendidikan di Sekolah Dasar, masa PMP dan PSPB. Kontak @Mushlihin_lihin PIN: 2632A877