Wanita Cerewet ?, Itu Wajar…

2061 views

Beddu : Apakah Bantalia akan datang di acara makan kelapa besok ?

Becce : Bantalia bilang kemungkinan akan datang, tergantung kondisi cuaca yang seakan selalu tak bersahabat, mendung, dan rasanya gerah. Mungkin sebaiknya kita nanti menjemput Bantalia untuk……”

Beddu : Apakah itu artinya “datang” atau “tidak” ?

Becce : Iya, tapi juga masih tergantung dengan kondisi cuaca, apalagi tau tidak kalau iparnya itu lagi punya masalah utang dengan tetangga lamanya, dia sibuk nagih tuh, apalagi mamanya lagi sakit-sakitan….. Bla bla bla…”

Kemudian, perhatikan dialog berbalik pasangan suami istri Beddu dengan Becce berikut:

Becce : Kamu tadi darimana ?

Beddu : Dari kerja

Becce : Kok pulangnya terlambat ?

Beddu : Masih ada kerjaan.

Becce : Kamu capek sayang, mau makan ?

Beddu : Biasalah…

Becce : Mau aku buatkan minuman dingin ?

Beddu : Boleh.

Dalam dialog pertama Beddu bertanya dengan sebuah pertanyaan sederhana, dan mestinya bisa dijawab ringkas dengan “datang” atau “tidak datang”. Yang ditanyakan Beddu hanya soal Bantalia, namun Becce menjawab dengan menyebut orang lain, dengan beberapa topik yang menyertainya.

Sangat berbeda dengan dialog kedua. Jika Becce ditanya satu pertanyaan, jawabannya bisa beberapa poin. Sedangkan jika Beddu ditanya satu pertanyaan, jawabannya juga hanya satu poin. Lelaki suka menjawab “ya” dan “tidak” secara ringkas. Namun, perempuan suka menjawab dengan mengembangkan jawaban.

cerewetDalam kehidupan sehari-hari, sering kita menemukan banyak suami yang heran dengan sikap dan perilaku isterinya. Bahkan perempuan secara umum meski bukan dalam konteks suami istri. Perempuan cenderung berbicara lebih banyak, dari pada laki-laki.

Fakta inilah yang memunculkan anekdot, bahwa perempuan banyak bicara itu wajar, karena memiliki dua “mulut”, namun laki-laki suaranya lebih keras, karena hanya satu mulut, tapi memiliki mike.

Sebenarnya ini adalah suatu hal yang wajar, jika dipahami bahwa struktur otak laki-laki dengan perempuan memang berbeda. Ada beberapa perbedaan struktur otak laki-laki dengan perempuan. Perbedaan itu, diantaranya:

Perbedaan spasial. Pada laki-laki otak cenderung berkembang dan memiliki spasial yang lebih kompleks seperti kemampuan perancangan mekanis, pengukuran penentuan arah abstraksi, dan manipulasi benda-benda fisik.

Perbedaan averbal. Daerah korteks otak pria lebih banyak tersedot untuk melakukan fungsi-fungsi spasial dan cenderung memberi porsi sedikit pada daerah korteksnya. untuk memproduksi dan menggunakan kata-kata. Kumpulan saraf yang menghubungkan otak kiri-kanan atau corpus collosum otak laki-laki lebih kecil seperempat ketimbang otak perempuan.

Perbedaan bahan kimia. Otak perempuan lebih banyak mengandung serotonin yang membuatnya bersikap tenang. Itulah sebabnya, wanita lebih kalem ketika menanggapi ancaman yang melibatkan fisik, sedangkan laki-laki lebih cepat naik pitam.

Memori lebih kecil. Pusat memori (hippocampus) pada otak perempuan lebih besar ketimbang pada otak pria. Ini bisa menjawab pertanyaan kenapa bila laki-laki mudah lupa, sementara wanita bisa mengingat segala detail.

Ukuran otak perempuan sudah mencapai puncaknya pada usia 10,5 tahun. Pada laki-laki, perkembangan otaknya baru mencapai puncak pada umur 14,5 tahun. Lamanya perkembangan inilah yang mungkin membuat otak laki-laki jadi sedikit lebih besar. Pertumbuhan otak laki-laki dan perempuan pun memiliki karakteristik yang berbeda. Otak laki-laki lebih mengembangkan kemampuan visualisasi, sedangkan perempuan lebih cenderung cerewet karena dia mempunyai 2 sumber bicara di otak kiri dan kanan.

Perempuan dapat menjalankan program komputer sambil berbicara di telepon dan mendengarkan pembicaraan kedua yang berlangsung di belakangnya; sambil minum secangkir teh hangat. Perempuan dapat berbicara mengenai beberapa hal yang tidak berhubungan dalam satu percakapan, dan menggunakan lima jenis suara untuk mengganti pokok pembicaraan atau memberi tekanan pada suatu hal tertentu. Laki-laki hanya mampu mendengarkan tiga dari banyak suara tersebut, sehingga laki-laki sering kehilangan alur cerita pada waktu mendengarkan perempuan berbicara.

Dengan struktur otak yang seperti diungkapkan tersebut, rata-rata perempuan sulit berbicara to the point. Pembicaraannya selalu berkembang, sebagaimana tampak dalam percakapan antara Beddu dengan isterinya, Becce. Sementara otak laki-laki tersusun dalam bentuk jalur tunggal. Rata-rata kaum lelaki hanya bisa memusatkan perhatian pada satu hal pada satu saat.

Nah, jika pasangan anda cerewet, itu normal. Memang begitulah Tuhan memberikan kemampuan pada kaum perempuan. Kecerdasan linguistik kaum perempuan lebih tinggi dibanding lelaki, kosa kata kaum perempuan lebih banyak daripada lelaki. Itulah sebabnya perempuan sering disebut cerewet. Dan hal itu bukan tanpa hikmah.

Dengan kecerewetan perempuan akibat struktur otak demikian, maka perempuan diberikan hak oleh Tuhan mengajari anak-anak mereka pandai berbicara, mendidiknya dengan verbal mapan. Dengan “kecerewetan” itulah anak-anak merasa terngiang dengan apa yang dikatakan ibunya.

Wallahu A’lam

*Data dari berbagai sumber

  1. Cara Menghadapi Istri Cerewet Menurut Umar bin Khattab1 year ago

    […] Sahabat Muslimah Indonesia. Berbicara bagi wanita memang berbeda dengan pria. Berdasarkan penelitian, wanita umumnya bicara 20.000 kata dalam sehari. Sedangkan laki-laki cukup 7.000 kata. Perbedaan inilah yang membuat mengapa mayoritas wanita lebih banyak bicara daripada laki-laki. Perbedaan pria dan wanita dari sisi berbicara itulah yang harus dipahami suami. Wanita banyak berbicara dibanding pria, bukan berarti dia cerewet, itulah pribadinya. Justru akan mengherankan jika seorang istri terlalu pendiam. (baca: wanita cerewet itu wajar) […]

    Reply

Leave a reply "Wanita Cerewet ?, Itu Wajar…"

Author: 
author
Identitas yang sedikit sulit dieja. Nama Lengkap: Mushlihin al-Hafizh, Guru, Alamat: Sengkang Kab. Wajo – Sulawesi Selatan. Pernah menempuh pendidikan di Sekolah Dasar, masa PMP dan PSPB. Kontak @Mushlihin_lihin PIN: 2632A877