Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2013; Antara Doa dan Takdir

1079 views

Hari ini sekitar pukul 14.30, informasi pemenang pesta demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan 2013 berdasarkan hasil Quickcount dirilis. Nomor sekian menang mengungguli pasangan dengan nomor urut sekian. Meski masih hasil rilis Quickcount, namun hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan 2013, bisa dipastikan berdasarkan pengalaman kebenaran lembaga survey. Menyaksikan hasil ini, bisa dibayangkan betapa sedihnya pendukung yang sementara harus merasa kalah, dan betapa gembiranya pendukung yang sementara menang.

Gonjang ganjing dan keluh kesah saling menyalahkan dan opini tentang menang kalah dari masyarakat dan ahli dalam mereview hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan 2013, pelak silih berganti. Ada yang menilai letak kemenangan dari sisi ini, dan ada yang menilai letak kekalahan dari sisi itu. Satu sisi menyatakan ini masalah kompetensi, yang lain bersandar kepada Tuhan, dan mengatakan ini sudah takdirnya.

pilgub

Beberapa kesimpulan yang diambil dari kejadian tersebut versi masyarakat dan mungkin ahli memang wajar, tetapi di sisi lain kondisi menyebabkan terkadang tidak wajar:

Malam sebelum pencoblosan, salah satu pasangan mengadakan zikir akbar, dan keesokan harinya tim survey merilis hasil Quickcount, bahwa pasangan tersbut dinyatakan kalah. Jika dikaitkan, antara realitas usaha mencetak perbedaan dengan visi agama (dalam aktifitas doa dan zikir).

Dengan pemikiran sederhana, orang dengan mudah mengambil kesimpulan bahwa tak ada hubungan antara zikir dan doa dengan usaha menarik simpati masyarakat pada aktifitas demokrasi (baca: one man one vote) dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan 2013. Paradigma dengan mudah secara tidak langsung mengkambinghitamkan zikir dan doa di masjid tidak lebih efektif dari sekedar silaturrahmi ke warkop, atau kekeluarga pemilih. Ringkasnya, mereka yang berpikir tanpa tanggungjawab akan mengatakan zikir dan doa tak mengubah takdir, tiada gunanya.

Tetapi begitulah yang terjadi, dan mungkin akan tetap begitu. Kita adalah manusia akan mengambil kesimpulan yang paling mudah kita fikirkan. Kesimpulan yang paling dekat dengan fakta tanpa menyelusuri beberapa faktor yang bahkan sebenarnya menjadi faktor utama. Mungkin Tuhan bukan mermaksud menghukum tetapi memberikan cobaan seberapa kuat tekad kita untuk tetap menjalani kaidah agama yang dicontohkan oleh Rasul dan ahli ulamanya walaupun secara perhitungan duniawi kita mengalami kerugian karenanya. Semoga menjadi pelajaran bagi kita untuk menjadi ujian keyakinan, menjadi renungan bagimkita dan semangat dan tetap istiqomah di jalanNya.

Dalam diri manusia ketabahan diperlukan. Ketabahan, merupakan sebuah proses kekuatan jiwa seseorang. Ketabahan seseorang akan teruji kala mengikuti audisi, pertandingan, persaingan, prestasi, karier, sekolah, juga dalam pergaulan, maupun kancah lain. Karena dalam usaha selalu ada batas, dan sandaran batas itu adalah tawakkal kepadaNya.

Selamat untuk terlaksananya pesta demokrasi Sulawesi Selatan

  1. author

    Ahmad Tawakal4 years ago

    Jika hasil quickcount salah karena kehendakNya, apakah itu karena zikir dan doa?, jadinya juga subyektif kan ?

    Reply
  2. author

    Guru Muda4 years ago

    Siapa pun pemimpinnya, semoga bisa mengemban amanah…
    😀

    Reply

Leave a reply "Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2013; Antara Doa dan Takdir"

Author: 
author
Identitas yang sedikit sulit dieja. Nama Lengkap: Mushlihin al-Hafizh, Guru, Alamat: Sengkang Kab. Wajo – Sulawesi Selatan. Pernah menempuh pendidikan di Sekolah Dasar, masa PMP dan PSPB. Kontak @Mushlihin_lihin PIN: 2632A877