Lihin Belawa

Hanya Celoteh Guru | Belawa to The World

Pasang Iklan

Dialog Geng Motor dan Teroris

Dialog Geng Motor dan Teroris

Geng motor: “Hey bro, apa kabar? “ (sambil menaikkan jari tengah)

Geng teroris: “Wa’alikum salam bro. Nih… kabar tidak enak“ (sambil mengusap janggutnya).

Geng motor: “Maksud kamu gimana? “

Geng teroris: “Giman mau enak, dari 10 tahun lalu nama gue dan kelompok kami selalu disebut-sebut, apalagi kalau ada kasus besar di negeri ini. “

Geng motor: “Kamu ini gimana seh. Mestinya yang resah dan tidak enak itu kami. Tuh selalu menghiasi televisi dengan beritanya. “

Geng teroris: “Kalian kan layak mendapat seperti itu. Sudah mengganggu lalu lintas, membuat rusuh dan menggangu ketentraman, sama aparat lagi. “

Geng motor: “Jangan begitu dong bro. Kamu tuh, kalau tidak sepakat main nge-bom kiri kanan. “

Geng teroris: “Lho saya kan lakukan itu berdasarkn keyakinan saya, akidah saya, agama saya. Meskipun negara ini bukan negara agama, tapi masyarakatnya beragama lho. Kalau kamu, melakukan itu hanya karena gaya hedonism, darah muda. Jelas melanggar agama dan aturan undang-undang yang sehat dan dinamis. “

Geng motor: “Wah mana bisa?. Andaikan yang kami lakukan itu melanggar undang-undang yang sehat dan dinamis, kenapa ada aparat yang mendukung kami. Kalian tuh. Kalian melanggar Hak Asasi Manusia. Negara adi daya lain pasti marah. Buktinya. Kalian ditembak mati kan?, lawan tuh densus. “

Image from wartakotalive.com

 

Geng teroris: “Itu karena kami ketahuan bro. Coba kami sembunyi. Pasti tidak ketahuan juga. Heran juga kenapa densus tidak kejar kalian yah?. Kenapa kami muncul saat ada kasus besar. “

Geng motor: “Makanya bro, pake cara kami. Sembunyinya tidak usah jauh-jauh. Cukup jadi kucing dalam karung saja. Jangan bawa-bawa identitas agama, tidak usah pake bom. Coba lihat kami. Jelas-jelas sudah ketahuan, sampai sekarang hanya ma

sih di proses saja. Kalian, baru MAU merampok saja sudah ditembak mati. O yah, janggutnya dipotong saja yah. “

Geng teroris: “Itulah bro. Saya juga pusing, mau gimana lagi. “

Geng motor: “Makanya bro harus kalian akui lah. Kami lebih hebat dari teroris… “

Geng teroris: “Iya deh saya mengaku saja… “

Subscribe

Berlangganan gratis bersama 1000+ lainnya. Masukan e-mail, masukan kode, "submit." cek e-mail, klik link konfirmasi. Mari berbagi :)

No Responses

Leave a Reply